
Banyak orang mengira bahwa seni tari hanya berbicara tentang gerakan berlenggak-lenggok tubuh saja sebagaimana hal itu pun hanya di khususkan untuk hiburan. Hal itu memang tidak bisa di pungkiri karena merupakan bagian dari sejarah budaya kita, dimana setiap pertunjukan rakyat berawal dari perspektif hiburan semata. Seiring berkembangnya wawasan dan kebudayaan di indonesia, sebagian masyarakat mulai "aware" tentang apa itu seni, permasalahan apa di dalamanya, serta interpretasi yang mulai beragam tentang sebuah pertunjukan seni. Disini kita mengenal tentang sebuah komposisi tari atau dikenal juga dengan koreografi, yang merupakan aspek penting dalam seni tari, khususnya tari kelompok. Komposisi tari ini lah yang membuat suatu tarian terasa lebih hidup dan bernyawa. Berbagai elemen dalam komposisi tari seperti desain gerak, desain musik dan desain gerak lantai sangat mempengaruhi proses kreatif dalam membuat sebuah komposisi tari tersebut. Hal ini juga sangat mempengaruhi bagaimana seorang praktisi musik dan tari yaitu Yosep Yogi, dengan kultur berkesenian yang dimulai dari band-bandan akhirnya membawanya kedalam pemahaman seni yang lebih luas lagi. Alumni Seni Tari UPI yang mulai menyadari pentingnya interpretasi dalam berkarya dan berkomposisi tari. Pentingnya gagasan dalam sebuah pertunjukan tari mencakup berbagai banyak hal, dan musik salah satunya. Selamat mendengarkan!
Podzilla Summary coming soon
Sign up to get notified when the full AI-powered summary is ready.
Free forever for up to 3 podcasts. No credit card required.

Episode 32: (w/ guest) - Irish Cellist Punk

Review Buku #7 - "Alat Musik Dawai" (Irwansyah Harahap)

Review Buku #6 - "Musik: Antara Kritik dan Apresiasi" (Suka Hardjana)

Review Buku #5 - "Sosiologi Musik" (Sunarto)
Free AI-powered recaps of Smantri Podcast and your other favorite podcasts, delivered to your inbox.
Free forever for up to 3 podcasts. No credit card required.