
Free Daily Podcast Summary
by Seni Budaya SMAN 3 Kota Serang
Get key takeaways, quotes, and insights from Smantri Podcast in a 5-minute read. Delivered straight to your inbox.
The most recent episodes — sign up to get AI-powered summaries of each one.
Bersama Dadang Dwi Septiyan, seorang dosen, penulis, peneliti, dan praktisi musik yang membagikan pemaham dan pengalamannya dalam merefleksikan esensi musik punk irlandia melalui karya-karyanya. Selain itu, beliau merupakan seorang cellist dan percussionist yang menulis buku berjudul "Mencacat Mencatat Peristiwa Musik : Otobiografi Perjalanan Musikal" yang di terbitkan oleh Art Music Today, memiliki kecintaan khusus pada genre punk dan bercerita tentang bagaimana elemen musik klasik dapat diintegrasikan ke dalam punk irlandia sehingga menciptakan kombinasi yang menakjubkan. Selamat mendengarkan!
Episode ke-7 Review Buku. "Alat Musik Dawai" merupakan buku pelajaran kesenian nusantara yang di tulis oleh Irwansyah Harahap, yang menjelaskan berbagai alat musik dawai nusantara yang merupakan produk akulturasi dari kontak budaya berbagai bangsa.
Episode ke-6 Review Buku. "Musik: Antara Kritik dan Apresiasi" merupakan buku yang di tulis oleh Suka Hardjana, yang menjelaskan tentang kaitan antara kritik dan apresiasi dalam musik.
Episode ke-5 Review Buku. "Sosiologi Musik" merupakan buku yang di tulis oleh Sunarto, yang menjelaskan tentang hubungan antara musik dan sosiologi yang saling berkaitan, terlepas dari beragam karakteristik pemahaman serta disiplin ilmu tentang sosiologi dan musik.
Sering kali profesi sebagai musisi dianggap sebagai profesi yang kurang “menjanjikan” dan tidak jarang dianggap sebelah mata. Ketika kita bicara soal musisi, memang nggak hanya berhenti pada soal teknis, pembelajaran akademis dan skill semata. Ketika memutuskan jadi musisi, banyak faktor yang bisa memengaruhi kesuksesan seseorang. Salah satunya menentukan karir menjadi musisi sejak dini, itu merupakan pilihan yang cukup menarik dimana sebagian orang mungkin lebih memilih jalur lain sabagai "karir" sehingga musik selalu sebatas menjadi hobi. Di tambah sekarang ini eranya musik indie yang semua produksi hingga promosi musiknya bisa dikerjakan sendiri (tanpa label musik). Meski ‘mudah’ dan bisa dikerjakan sendiri, para musisi tetap tidak bisa asal indie. Keyakinan dan pilihan berkarya sebagai musisi harus diputuskan dari dalam hati, bukan karena faktor lain. Hal dilemma ini pun dirasakan oleh Indira Egaliani, yang hampir bermanuver ke berbagai sisi saat menjalani karirnya di bidang musik, hingga akhirnya pengalaman bermusik membawanya tergabung dalam sebuah grup gypsy jazz asal Bandung bernama Madame & Toean. Seperti yang kita tahu gypsy jazz merupakan akulturasi musik tradisional suku gypsy (Romani) dan musik jazz. Ciri dan corak aliran gypsy jazz yang di mainkan oleh Madame & Toean selain pada lick dan bentuk ritmenya, repertoar dan bahasa yang di gunakan juga beragam seperi Bahasa Perancis, Inggris, Indonesia, bahkan bahasa Sunda. Alumni Seni Musik UPI ini juga bercerita tentang bagaimana akhirnya dia memutuskan berkarir di dunia musik sebagai violinist. Selamat mendengarkan!
Banyak dari mereka yang mencintai musik, benar-benar hidup dari bermusik. Entah bermain dalam sebuah band, menjadi anggota orkestra, menciptakan lagu, membuat musik untuk film, hingga tampil di berbagai acara yang bermacam-macam. Ada banyak sekali pilihan karir yang tersedia bagi seorang musisi profesional seperti mengajar musik, berpindah dari panggung ke panggung untuk tampil dan menginspirasi lewat musiknya, sampai membuat komposisi lagu originalnya sendiri. “Pendidikan Berbasis Karakter” yang di canangkan oleh Kemendikbud rasanya sangat mempengaruhi segala aspek termasuk bagaimana kita memiliki karakter dalam berkarya musik di zaman sekarang. Hal ini sangat berkaitan juga dengan makna kesuksesan seseorang yang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan kemampuan teknis (hard skill) saja, tetapi lebih ditentukan oleh kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skill). Yasin Getih, seorang musisi yang menunjukkan produktivitasnya setelah merilis single berjudul Getihan (2020) berhasil membuka relasinya untuk bisa tampil di berbagai event musik baik sebagai soloist maupun sebagai session player. Alumni Seni Musik UPI ini juga terlibat dalam sebuah garapan musik dari Band pimpinan om Buluk (Superglad) yaitu Kausa, pada sebuah lagu berjudul "Sabda", single dari album kedua Kausa yang berjudul "Una In Perpetuum". Selamat mendengarkan!
Tak hanya meningkatkan kreativitas anak, musik adalah media yang dapat membantu anak-anak tumbuh dan belajar banyak keterampilan serta memperkuat konsentrasi, percaya diri, keterampilan sosial, kemampuan bekerja sama dalam tim, dan meningkatkan fungsi otak pada usia muda. Musik orkestra pada awalnya hanya ditampilkan bagi kalangan bangsawan dan keluarga kerajaan, bahkan mereka mempekerjakan grup orkestra dan komposernya sendiri. Saat itu, kelompok orkestra hanya boleh tampil secara khusus bagi golongan-golongan elit. Kemudian dalam kurun waktu satu abad, orkestra mengalami perkembangan terutama jumlah alat-alat musik yang digunakan terus bertambah. Hingga akhirnya, di tahun 1725, muncul sebuah konser publik berbayar, yang dilakukan di Perancis yaitu “Concerts Spirituels” di sebuah aula, di Tuileries, Paris. Di Indonesia, orkestra hadir berkat adanya interaksi dengan bangsa-bangsa barat. Hingga akhirnya kita semua bisa mengenal musik orkestra dengan berbagai repertoar yang di mainkan. Hal ini juga berkorelasi dengan mimpi seorang wanita yang sudah mengenal musik sejak dini dan mulai memainkan instrument biola lalu tergabung kedalam komunitas "Ansamble Musik Anak & Remaja Indonesia" yang berbasis di Jogja sejak berumur 3 tahun. Beliau adalah Saviera Ardhita, dengan kultur berkesenian yang di kenalkan oleh sang ayah, akhirnya membawanya kepada berbagai variasi dalam berkarir di dunia musik. Alumni Seni Musik UPI ini juga mulai mempelajari tentang bagaimana organologi alat musik dawai khususnya biola, dan alasannya memutuskan untuk menjadi seorang luthier di Indonesia. Selamat mendengarkan!
Banyak orang mengira bahwa seni tari hanya berbicara tentang gerakan berlenggak-lenggok tubuh saja sebagaimana hal itu pun hanya di khususkan untuk hiburan. Hal itu memang tidak bisa di pungkiri karena merupakan bagian dari sejarah budaya kita, dimana setiap pertunjukan rakyat berawal dari perspektif hiburan semata. Seiring berkembangnya wawasan dan kebudayaan di indonesia, sebagian masyarakat mulai "aware" tentang apa itu seni, permasalahan apa di dalamanya, serta interpretasi yang mulai beragam tentang sebuah pertunjukan seni. Disini kita mengenal tentang sebuah komposisi tari atau dikenal juga dengan koreografi, yang merupakan aspek penting dalam seni tari, khususnya tari kelompok. Komposisi tari ini lah yang membuat suatu tarian terasa lebih hidup dan bernyawa. Berbagai elemen dalam komposisi tari seperti desain gerak, desain musik dan desain gerak lantai sangat mempengaruhi proses kreatif dalam membuat sebuah komposisi tari tersebut. Hal ini juga sangat mempengaruhi bagaimana seorang praktisi musik dan tari yaitu Yosep Yogi, dengan kultur berkesenian yang dimulai dari band-bandan akhirnya membawanya kedalam pemahaman seni yang lebih luas lagi. Alumni Seni Tari UPI yang mulai menyadari pentingnya interpretasi dalam berkarya dan berkomposisi tari. Pentingnya gagasan dalam sebuah pertunjukan tari mencakup berbagai banyak hal, dan musik salah satunya. Selamat mendengarkan!
Free AI-powered daily recaps. Key takeaways, quotes, and mentions — in a 5-minute read.
Get Free Summaries →Free forever for up to 3 podcasts. No credit card required.
Listeners also like.
Smantri Podcast berisi bincang-bincang tentang banyak hal menarik yang layak di bahas sebagai topik bahasan yang diharapkan bisa menjadi edukasi bagi pendengarnya. Jika ingin bertanya dan lain-lainnya silahkan kirim ke: senibudayasma3@gmail.com.
AI-powered recaps with compact key takeaways, quotes, and insights.
Get key takeaways from Smantri Podcast in a 5-minute read.
Stay current on your favorite podcasts without falling behind.
It's a free AI-powered email that summarizes new episodes of Smantri Podcast as soon as they're published. You get the key takeaways, notable quotes, and links & mentions — all in a quick read.
When a new episode drops, our AI transcribes and analyzes it, then generates a personalized summary tailored to your interests and profession. It's delivered to your inbox every morning.
No. Podzilla is an independent service that summarizes publicly available podcast content. We're not affiliated with or endorsed by Seni Budaya SMAN 3 Kota Serang.
Absolutely! The free plan covers up to 3 podcasts. Upgrade to Pro for 15, or Premium for 50. Browse our full catalog at /podcasts.
Smantri Podcast publishes weekly. Our AI generates a summary within hours of each new episode.
Smantri Podcast covers topics including Education. Our AI identifies the specific themes in each episode and highlights what matters most to you.
Free forever for up to 3 podcasts. No credit card required.
Free forever for up to 3 podcasts. No credit card required.